Home » » Review Inferno 2 – Aksi Ramai Baku Tembak Penuh Cahaya

Review Inferno 2 – Aksi Ramai Baku Tembak Penuh Cahaya



168GAMES - Mata minmin masih menerjemahkan dengan susah payah segala objek yang ada di sekitar saat ini. Tersisa pantulan-pantulan warna dinamis yang mengisi otak minmin setelah memainkan game besutan Radiangames ini selama beberapa jam. Hasilnya minmin semakin yakin posisi developer yang mahir melahirkan karya yang konsisten ini sebagai ahlinya game bergenre dual twin-stickshooter. Dan karya terbarunya, Inferno 2, membuat pengalaman minmin bermain game shooter semakin kaya.

Jika 168GAMERS pernah memainkan Inferno+ yang sempat meramaikan etalase Apple App Store pada 2012 lalu maka 
168GAMERS akan langsung bertemu dengan teman lama yang sudah 168GAMERS kenali dengan baik. Game ini benar-benar menawarkan konsep dan mekanisme kontrol yang sama tetapi lebih kompleks.



Inferno 2 hadir dengan wajah yang sama, penuh ledakan berwarna, aksi yang dramatis, dan pesawat musuh yang bertebaran. Namun aksi yang akan 
168GAMERS mainkan di versi ini dapat membawa 168GAMERS ke tingkat kesulitan yang lebih dramatis. Minmin katakan dramatis karena memang proyek yang sang developer, Luke Schneider, kerjakan ini merupakan proyek terbesarnya dengan level yang masif dan tingkat aksi brutal yang ia kerjakan dengan proses “drama” yang melelahkan.

Konsep dasar dari permainan Inferno 2 adalah bertahan dan melibas semua musuh dalam satu stage. Musuh yang ada benar-benar akan membuat jempol kanan dan kiri 
168GAMERS sibuk. Pasalnya semua AI musuh didesain penuh nafsu untuk memberikan tragedi terhebat pada pesawatmu dengan tembakan-tembakan laser berwarna neon dinamis yang manis.




168GAMERS akan menjelajahi area layaknya labirin, yang terkadang mesti kita kenali dan teliti dengan baik apakah dinding di area tersebut bisa kita lalui atau 168GAMERS harus memutar mencari portal lain yang bisa 168GAMERS lewati. Setelah 168GAMERS masuk ke area yang 168GAMERS tuju, 168GAMERS harus mengucapkan selamat tinggal pada ketenangan. Pasalnya pesawat musuh dari segala penjuru akan ramai mewarnai area dimana 168GAMERS berada.
168GAMERS akan dibuat kelimpungan dengan Inferno 2. Ada beberapa stage yang mengharuskan 168GAMERS untuk mencari kunci, tapi kunci tersebut bukan untuk membuka jalan kebebasan bagi pesawat yang 168GAMERS kendalikan. Sebaliknya kunci tersebut berfungsi untuk membuka musuh yang terpenjara dan siap untuk menghancurkanmu. Yah, proses datang ke sarang musuh akan selalu 168GAMERS temui dalam Inferno 2, siap-siap saja bermandikan hujan peluru tiada henti.



Sekarang berbicara mengenai kontrol, 
168GAMERS akan disajikan tidak hanya dua atau tiga macam tombol kontrol, tapi 168GAMERS akan diberikan langsung enam buah tombol pada layar. Selain memiliki fungsi utama untuk menembak dan bergerak. Sisa tombol lain masing-masing berfungsi untuk pengaturan tembakan senjata utama, serta untuk mengatur pemilihan misil yang akan kamu arahkan pada musuh.

Minmin akui kontrol serta fitur senjata dalam Inferno 2 jauh lebih kompleks dibandingkan pendahulunya. 
168GAMERS akan dipertemukan empat macam misil dan empat macam jenis senjata yang harus 168GAMERS pilih, sembari fokus 168GAMERS berada pada pergerakan musuh yang dengan gencar mengincar 168GAMERS. Pada akhirnya 168GAMERS akan memencet setiap tombol, serta mencoba setiap senjata dan misil hingga akhirnya memutuskan, apa yang saat itu sesuai dengan situasi yang sedang 168GAMERS hadapi.



Ada satu hal menarik sekaligus absurd yang minmin rasakan pada mekanisme kontrol Inferno 2. Pada saat 
168GAMERS ingin meluncurkan misil, 168GAMERS harus melakukan hold pada satu tombol kecil di bagian bawah sisi kiri layar. Hold tersebut hanya berfungsi mengaktifkan fungsi misil, dan bukan sekaligus menembakkan misil. Untuk menembakkan misil tetap saja 168GAMERS harus mengeksekusi tombol tembak di sebelah kanan.

Nah yang menjadi masalah adalah, jempol kiri minmin yang sekarang sibuk menekan tombol misil, otomatis tidak bisa melakukan eksplorasi pada tombol navigasi gerak pesawat. Alhasil diantara serbuan musuh yang ramai, apabila 
168GAMERS ingin menembakkan misil pesawat, mau tidak mau pesawat 168GAMERS akan berada dalam posisi stagnan. Karena jempol 168GAMERS akan sibuk menekan tombol misil. Jadi pada akhirnya 168GAMERS harus memilih spot tertentu yang aman dan mulai meluncurkan misil dari posisi tersebut.

Memainkan mekanisme kontrol seperti itu, membuat minmin bertanya. Apakah itu bagian dari tantangan, atau sebuah konsep gila yang ingin ditawarkan Radiangames? Bila minmin harus menerka, maka minmin rasa setiap bagian dan aspek dari game ini merupakan satu kesatuan menyeluruh yang ingin Radiangames berikan, untuk menyuguhkan sensasi ekstrim bagi gamer yang memainkannya.



Satu hal yang minmin cermati mengenai perbedaan antara Inferno 2 dengan pendahulunya. Kedua game tersebut tidak memiliki perbedaan mendasar. Inferno+ dan Inferno 2 berdiri pada satu landasan yang sama, yaitu shooter dinamis dengan nuansa penuh neon yang apik. Semuanya terlihat sama dan akan memberikan kamu memori yang pernah kamu rasakan dengan Inferno+. Namun dari segi perasaan bermain, ada tingkatan masif yang akan kamu rasakan bahwa game ini merupakan citraan yang lebih solid dari game sebelumnya.

Di balik semua hal yang bersifat kepada pengalaman bermain, 
168GAMERS yang pernah memainkan Inferno+ juga dapat melihat perbedaan secara kasat mata. Seperti beberapa perbedaan pada elemen-elemen kecil contohnya mekanisme nyawa di Inferno 2 menggunakan sistem bar, sedangkan di pada Inferno+ berbasis pada satuan nyawa yang tersedia. Juga opsi tipe pesawat yang harus 168GAMERS pilih di Inferno+ menjadi mekanisme tambahan dalam sistem upgrade diInferno 2.

Pada segi desain level, area medan perang cahaya dibuat dengan sangat menarik, meskipun hanya berbentuk satu stage yang statis, namun 
168GAMERS akan diajak untuk mengeksplorasi setiap sudut area untuk menemukan jalan keluar. Terdapat beberapa dinding yang bisa 168GAMERS hancurkan, juga area yang memiliki kesan seperti wormhole yang akan menyedot 168GAMERS ke satu arah yang dituju. 168GAMERS bahkan tidak bisa melawan arah, 168GAMERS benar-benar harus patuh pada kekuatan tersebut.



Upgrade dan pembelian senjata menjadi elemen yang akan hadir menghiasi sepanjang permainan. Setiap senjata, misil, atau power dapat 
168GAMERS upgrade sampai kepada beberapa tingkatan tertentu. 168GAMERS juga dapat memberikan pesawat 168GAMERS enhancement pada armor,drones, misil, dan speed yang dimilikinya. Menu untuk berbagai peningkatan tersebut berada di beberapa spot tertentu di medan pedang.

Tidak ada yang perlu 
168GAMERS khawatirkan dalam game ini. Tidak ada IAP ataupun embel-embel lain berupa DLC dan sebagainya. Yang harus 168GAMERS khawatirkan adalah waktu dan fokusmu yang akan tertuju penuh pada Inferno 2. Game ini memiliki tingkat kesenangan dan kesulitan yang bersinergi menjadi satu pengalaman brutal yang mengasyikkan.

Tanpa ragu minmin menyatakan jerih payah Luke Schneider si pilot Radiangames telah berhasil memikat minmin masuk ke dalam dimensi serta pesawat imajinasinya yang liar. Tingkat kompleksitas kontrol yang jenius diwarnai dengan berbagai elemen aksi baku tembak ala Radiangames yang orisinal, menjadikan Inferno 2 sebagai game dual-twin stick shooter terbaik yang minmin mainkan tahun ini. Minmin dengan penuh semangat mengajak 
168GAMERS untuk ikut naik ke kabin neon bersama minmin , dan mari merasakan sensasi liar perang cahaya yang penuh pesona. :D

Apple App Store Link: Inferno 2, Rp. 35000

Kesimpulan :

(+) 80 level yang liar
(+) Tidak ada embel-embel IAP
(+) Grafis solid bermandikan warna neon dinamis
(+) Tingkat Kesulitan & Kesenangan yang luar biasa masif

(-) Mekanisme control misil yang membuat pesawat dalam posisi stagnan
(-) Terlalu banyak pilihan eksekusi kontrol pada layar dapat membuat sebagian gamer kelimpungan

REVIEW 168GAMES : 9/10

0 comments:

Post a Comment